aksi Nyata modul 1.4 budaya positif CGP

 

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

 

MENUMBUHKAN PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN SEBAGAI BENTUK PEMBIASAAN BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH

 

Oleh : SUPRATMONO, M.Pd

SMP NEGERI 3 CIPANAS

Cipanas, Lebak-Banten

 

 

A.    Latar Belakang

Merdeka belajar merupakan sebuah gagasan yang membebaskan para guru dan siswa dalam menentukan sistem pembelajaran dsekolah. Merdeka belajar menekankan juga pada aspek pengembangan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa indonesia. Merdeka belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, karena pendidikan menghilangkan belenggu kesenjangan dan membentuk karakter calon pemimpin bangsa. Merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk karakter bangsa dimulai yang dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar. Diharapkan merdeka belajar dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik serta memberikan manfaat pada lingkungan. .

            Dalam proses pembelajaran kita harus memperhatikan kemampuan yang dimiliki murid, (qodrat alam dan qodrat zaman). Sehingga murid akan berkembang sesuai dengan kemampuan, keinginan, bakat dan minat dimiliki. Untuk menyampai tujuan dan keberhasilan murid, guru memiliki peran yang sangat penting dan besar. Dalam program guru penggerak, guru memiliki peran dan nilai yang bisa dikembangkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran murid. Peran guru penggerak diantanya :

Ø  Menjadi Pemimpin Pembelajaran

Ø  Menggerakkan Komunitas Praktisi

Ø  Menjadi Coach Bagi Guru Lain

Ø  Mendorong Kolaborasi Antar Guru

Ø  Mewujudkan Kepemimpinan Murid

Sedangkan nilai guru penggerak yang dimiliki diantaranya :

Ø  Mandiri

Ø  Reflektif,

Ø  Kolaboratif

Ø  Inovatif

Ø  Berpihak pada Murid

Guru sebagai pendidik memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang bermuara pada peningkatan mutu lulusan yang baik dan berkarakter. Guru sangat penting posisinya dalam pengembangan nilai-nilai karakter positif bagi siswa. lingkungan yang positif dapat dihadirkan oleh guru di kelas melalui sebuah kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas merupakan sebuah bentuk pembiasaan budaya positif pada murid dan guru. Kesepakatan kelas merupakan hasil kolaborasi guru dan murid. Murid diberikan kebebasan untuk mengeluarkan ide dan gagasan untuk memecahkan masalah kelas dan masalah sekolah bersama-sama.

Peran guru penggerak menjadi sangat penting dalam program budaya positif disekolah. Salah satu bentuk budaya positif adalah sekolah melakukan sebuah kegiatan yang bersifat kontinu dilakukan oleh siswa. yaitu 10 menit Cinta lingkungan dan nyaman kelasku.

 

B.     TUJUAN

Tujuan dari Kegiatan :

1.        Memberikan alternatif model kegiatan untuk menumbuhkan budaya positif pada murid

2.        Mengarahkan kegiatan pembelajaran cinta lingkungan demi terciptanya pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan

3.        Menumbuhkan budaya kolaborasi gurudan murid dalam membuat kegiatan pembiasaan positif dikelas

4.        Terwujudnya kebiasaan peduli terhadap lingkungan sehingga tercipta kelas/sekolah yang nyaman, asri dan menyenangkan untuk belajar

5.        Mengasah kemandirian dalam meningkatkan pengetahuan.

6.        Revitalisasi fungsi sarana sekolah guna menunjang kepedulian murid terhadap lingkungan sekolah

7.        Sebagai bentuk dukungan dan realisasi terhadap program 10 menit Cinta lingkungan dan nyaman kelasku

8.        Menjadi misi untuk mencapai visi sekolah dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

 

 

 

C.     Deskripsi Aksi Nyata

Untuk mewujudkan pembiasaan budaya positif murid di dalam kelas dan sekolah, dengan memperhatikan qodrat alam dan qodrat zaman (Merdeka belajar) yang dimiliki, Guru penggerak memiliki peran dan nilai, yang mana peran dan nilai tersebut dapat mendukung untuk mewujudkan generasi penerus yang sesuai dengan profil pelajar pancasila yang memiliki karakter. Salah satu peran guru penggerak adalah sebagai teladan, memotivasi, menuntun murid dalam mengeluarkan dan melakukan budaya positif dengan kesadaran dari diri sendiri. Adapun yang bisa dilakukan :

 

Langkah Pertama

Melakukan dan mendata permasalah yang berkaitan dengan lingkungan sekitar

Guru penggerak dapat melakukan beberapa pengamatan lingkungan sekitar berkaitan kebersihan dan kerapian lingkungan sekitar sekolah. Dengan kegiatan tersebut CGP mendapatkan data autentik tentang permasalahan sekolah di bidang lingkungan.

 

Langkah Kedua

1.      Dewan Guru

Guru penggerak memberikan pandangannya berdasarkan temuan-temuan dilingkungan sekitar, kemudian menyamakan komitmen bersama bagaimana cara untuk menanganin masalah-masalah yang ditemukan. Mengambil keputusan bersama yaitu membentuk kegiatan yang menggerakan seluruh warga sekolah untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar sekolah. Salah satu kegiatan yaitu 10 menit Cinta lingkungan dan nyaman kelasku

2.      Lingkungan kelas

Guru penggerak memunculkan permasalah lingkungan hasil pengamatan di kelas, guru memotivasi murid untuk menghasil ide dan gagasan untuk masalah lingkungan kelas. Guru dan murid mencatat seluruh ide dari siswa, kemudian disusun menjadi sebuah kesepakatan kelas.

 

Langkah Ketiga

Guru penggerak menyiapkan kententuan yang berkaitan dengan program yang telah disepakatin dewan guru “10 menit Cinta lingkungan dan nyaman kelasku

Guru pengerak menuntun siswa dalam membuat kesepakatan kelas

 

 

Evaluasi Pelaksanaan

Evaluasi merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk menganalisis keberhasilan dan kelemahan program. Dengan evaluasi CGP mendapatkan masuk dan kekurangan seputar ide yang dituangkan

 

D.    Pelaksanaan program

Program “10 menit cinta lingkungan dan nyaman kelasku”

1.      Tahap Perencanaan

Dalam tahap perencanaan, dilakukan beberapa hal sebagai berikut.

a.       Guru penggerak memberikan pandangannya berdasarkan temuan-temuan dilingkungan sekitar, Menyamakan komitmen bersama bagaimana cara untuk menanganin masalah-masalah yang ditemukan.

b.      Mengambil keputusan bersama yaitu membentuk kegiatan yang menggerakan seluruh warga sekolah untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar sekolah.

c.       Menentukan program kegiatan yaitu 10 menit Cinta lingkungan dan nyaman kelasku

 

2.      Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan program 10 menit cinta lingkungan dan nyaman kelasku, merupakan program yang melibatkan seluruh murid dan guru dalam rangka menciptkan lingkungan sekolah yang asri dan nyaman untuk belajar. Adapun beberapa tahan pelaksanaan :

1.      Seluruh siswa dikumpulkan dan berbaris didepan kelas masing-masing oleh guru jam pertama mengajar

2.      Guru memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan dan pentingknya hidup bersih dilingkungan sekolah

3.      Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.

Kelompok 1 zona ruang dalam kelas

Kelompok 2 zona depan kelas

Kelompok 3 zona belakang kelas

4.      Siswa bekerja dengan penuh kesadaran sesuai dengan 3 kelompok tadi

5.      Guru mengecek tingkat keberhasilan siswa dalam tugas.

6.      Siswa masuk kembali dan belajar

Untuk mendukung program ini maka :

1.      Setiap walikelas memotivasi dan menginisiasi terbentuk kesepakatan kelas

2.      Kesepakatan kelas di tulis dengan bahasa yang positif dan di tempatkan pada tempat ynag mudah untuk dilihat murid

3.      Sekolah merevitalisasi fungsi tong sampah dibeberapa sudut sekolah

4.      Sekolah menyediakan tempat mencuci tangan dibeberapa kelas

5.      Sekolah akan mengevaluasi program setiap 1 bulan sekali, sehingga keberlangsungan program dapat terlaksana dengan baik

 

E.     Dukungan yang Diharapkan

Dalam keterlaksananya dalam program pembiasaan di lingkungan sekolah dibutuhkan  dukungan yang diharapkan sebagai berikut.

1.    Peran serta kepala sekolah sebagai fasilitator untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan dan turut menggerakkan warga sekolah untuk aktif dalam mewujudkan “10 menit cinta lingkungan dan nyaman kelasku”

2.    Peran serta pihak manajemen sekolah untuk menjadikan program budaya sekolah sebagai program unggulan sekolah yang melibatkan banyak pihak untuk berkolaborasi dalam merealisasikannya.

3.    Peran serta semua guru dan tenaga kependidikan yang memberikan keteladanan dalam program.

4.    Peran serta semua murid untuk meningkatkan kesadaran untuk hidup bersih dan menjadikan kegiatan  sebagai sebuah budaya di sekolah.

 

F.     Refleksi dan Tolok Ukur Keberhasilan program.

10 menit cinta lingkungan dan kelasku nyaman dinilai efektif dan berdampak positif pada bagi murid, kelas dan sekolah. Adapun tolok ukur yang dijadikan sebagai acuan keberhasilannya sebagai berikut.

1.        Antusiasme peserta yang menunjukkan kesadaran yang tinggi terhadap program tersebut.

2.        Tingginya semangat para peserta ketika berkolaborasi dalam guru maple dan wali kelas dalam  program ini. Hal ini ditunjukkan oleh keaktifan para peserta berkonsultasi dan meminta umpan balik dan terciptanya lingkungan dalam dan luar kelas yang baik.

3.        Menjadi salah budaya positif bagi siswa, disekolah dan dirumah

 

 

G.    Kesimpulan

Kegiatan “10 menit cinta lingkungan dan kelasku nyaman” merupakan sebuah kegiatan yang berdampak pada pembiasaan budaya positif bagi murid. kegiatan ini juga menunjukkan adanya realisasi nilai dan peran guru penggerak yang dapat membawa dampak pada perubahan positif di lingkungan sekolah. Pemateri dalam kegiatan secara tidak langsung sudah tergerak ,bergerak dan menggerakkan sebuah proses pendidikan yang relevan dengan Filosofi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

 

 

FOTO DOKUMENTASI

 

Foto 1 : Cuci tangan bagian dari pembiasaan positif

 

 

 

 


 Foto 2 : Contoh Kesepakatan kelas


 

Link : kegiatan murid dalam kebersihan lingkungan sekolah

https://drive.google.com/file/d/1Ro1hxRwzDIRIS1jJJ6JwNvydAWDhHRpt/view?usp=sharing

 


Foto 3 : poster kegiatan 10 menit cinta lingkungan dan kelasku nyaman

 

Komentar

Posting Komentar